ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
Kali ini saya akan membagikan Instrumen Song Anthem "Sampai Kau Bisa" milik Brigata Curvasud
Siapa sih yang ga kenal dengan
Brigata Curvasud?? Ya.... Brigata Curvasud atau lebih dikenal dengan nama BCS adalah suporter setia PSS SLEMAN. Mereka berada di tribun Selatan ketika PSS bermain. BCS menurut saya adalah Suporter dengan kreatifitas terbaik se-Indonesia. Mulai koreo 3D sampai koreo 4D
Setelah mengetahui siapa itu Brigata Curvasud langsung aja kita ketahui Anthem milik klub nya yang berjudul "Sampai kau bisa."
LINK :
http://www.mediafire.com/file/tlaej39t3wigd55/Anthem+PSS+Mastered.mp3
Nah terima kasih telah mengunjungi Blog saya, jangan lupa beri komentar ya..
Terima kasih.
ASSALAMUALAIKUM WR. WB
Jumat, 09 November 2018
Selasa, 06 November 2018
Segmentasi Pasar
SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar merupakan pembagian kelompok pembeli yang memiliki perbedaan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Segmentasi pasar bisa juga diartikan sebagai pengidentifikasian analisis perbedaan para pembeli di pasar.
Segmentasi pasar menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong adalah pembagian sebuah pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda. Segmentasi pasar dapat dimaksudkan sebagai pembagian pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi kelompok-kelompok pasar yang homogen, di mana setiap kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan, ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut.
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
- Dapat diukur (measurable)
Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.
- Dapat dijangkau (accessible)
Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
- Cukup besar (substantial)
Segmentasi pasar cukup besar atau cukup memberi laba yang dapat dilayani. Suatu segmen merupakan kelompok homogen yang cukup bernilai untuk dilayani oleh progam pemasaran yang sesuai.
- Dapat dibedakan (differentiable)
Differentiable berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
- Dapat dilaksanakan (actionable)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Manfaat Segmentasi Pasar
Begitu luasnya karakteristik yang terdapat di pasar, maka segmentasi pasar perlu dilakukan, berikut adalah manfaat dan tujuan secara lebih detail:
1. Pasar lebih mudah dibedakan
Sangat sulit bagi perusahaan untuk terus-menerus mengikuti selera konsumen yang selalu berkembang di keadaan pasar yang heterogen. Oleh karenanya perusahaan cenderung mencari kelompok konsumen yang sifatnya homogen agar lebih mudah untuk memahami selera konsumen, agar produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga produk yang dibuat pun dapat diterima dengan baik oleh konsumen.
2. Pelayanan lebih baik
Ada empat hal penting yang diinginkan oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu kualitas, harga, pelayanan, dan ketepatan waktu. Namun dari keempat hal penting itu, pelayanan merupakan hal yang paling dominan. Sedang harga dan kualitas seringkali menjadi nomor dua dibanding pelayanan. Oleh karena itu segmentasi pasar harus dilakukan agar bisa memberikan pelayanan yang mengarah dan tepat kepada pasarnya.
3. Strategi pemasaran lebih terarah
Dengan melayani pasar yang sifatnya homogen, maka dalam merencanakan strategi pemasaran, penyusunan bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk, harga, distribusi, dan promosinya dapat lebih terarah dan lebih tajam.
4. Menemukan peluang baru
Perusahaan yang memiliki pemahaman atas segmen pasar yang baik tentunya akan sampai pada titik di mana ia menemukan peluang, meski peluang yang ditemukan tidak selalu besar.
5. Faktor penentu desain
Dengan adanya pemahaman terhadap kebutuhan segmen-segmen pasar, maka pemasar dapat mendesain produk sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut dan desain yang dibuat pun lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
6. Strategi komunikasi lebih efektif
Komunikasi bisa menjadi efektif apabila komunikator tahu persis siapa komunikan yang diajak berkomunikasi olehnya; apa kesukaan, kebiasaan, latar belakang, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan sebagai komunikator akan berkomunikasi dengan cara yang berbeda-beda dan melalui media yang berbeda pula yang disesuaikan kepada segmen pasar yang ditergetnya.
7. Melihat kompetitor dengan segmen yang sama
Dengan mengetahui siapa yang menjadi segmen bagi sebuah perusahaan, tentunya perusahaan itu juga bisa melihat apabila ada perusahaan-perusahaan lain (perusahaan kompetitor) yang menawarkan produk / jasa yang sama, yang juga menargetkan segmen pasar yang sama dengan yang ditargetnya, dan kegiatan apa saja yang dilakukan perusahaan-perusahaan kompetitor itu untuk merebut perhatian pasar dalam usaha memenuhi kebutuhan segmen pasar tersebut.
8. Evaluasi target dan rencana bisnis
Setelah mengetahui siapa dan bagaimana karakteristik segmen pasar yang ditarget, maka perusahaan bisa melakukan evaluasi atas efektif tidaknya kegiatan pemasaran yang sudah dilakukan selama periode tertentu, apakah sudah sesuai dengan karakteristik pasar yang ditargetnya, dan juga perusahaan bisa mempelajari apa yang lebih dan kurang dari strategi yang sudah berjalan, untuk dibuat perencanaan bisnis selanjutnya di depan.
Prosedur melakukan Segmentasi Pasar
Dalam mengidentifikasi segmen pasar, ada tiga tahap prosedur yang harus dilakukan, yakni:
1. Tahap Survey
Pada tahap ini dilakukan wawancara kepada target segmen pasar untuk mendapatkan pemahaman terhadap sikap, motivasi, dan perilaku konsumen. Wawancara bisa dalam bentuk kuesioner, di mana data kuesioner yang terkumpul bisa dijadikan informasi atas atribut-atribut yang dibutuhkan.
2. Tahap Analisis
Di tahap ini, data yang mengandung variabel-variabel berkorelasi tinggi dibuang, kemudian dilakukan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah maksimum segmen yang berbeda.
3. Tahap Pembentukan
Di tahap ini dibentuklah kelompok berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis, psikologis, psikografis, dan pola media. Dari sifat dominan yang ditemukan pada kelompok tersebut, diberikanlah nama profil pada kelompok segmen itu.
Jenis-jenis Segmentasi Pasar
Dalam pengadaan segmentasi pasar, maka pembagiannya dibagi berdasarkan sembilan kategori:
1. Segmentasi Pasar berdasarkan Geografi
Pada segmentasi ini, pasar dibagi ke dalam beberapa bagian geografi seperti negara, wilayah, kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi target operasi perusahaan.
2. Segmentasi Pasar berdasarkan Demografi
Pada segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan.
3. Segmentasi Pasar berdasarkan Psikografi
Segmentasi psikografi menelaah bagaimana konsumen dengan segmen demografi tertentu merespon suatu stimuli pemasaran.
4. Segmentasi Pasar berdasarkan Sociocultural
Sebagai dasar lebih lanjut untuk segmentasi pasar, segmentasi sosiokultural yang memiliki variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) dibagi dalam segmen yang sesuai tahap pada:
- Daur hidup keluarga
- Kelas sosial
- Budaya dan sub budaya
- Lintas budaya atau segmentasi pemasaran global
5. Segmentasi Pasar berdasarkan hubungan secara ekstrim
Merupakan bentuk efektif segmentasi bagi penggunaan merek, seperti:
- Tingkat penggunaan: beda segmentasi terletak pada pengguna berat, pengguna sedang, dan pengguna ringan. Bukan pengguna sebuah produk, jasa, atau merek khusus.
- Tingkat kesadaran: kesadaran konsumen pada produk, kesiapan membeli produk, atau apakah konsumen membutuhkan informasi tentang produk tersebut.
- Loyalitas merek: Loyalitas konsumen pada merek dijadikan perusahaan sebagai identifikasi karakteristik konsumen di mana mereka bisa langsung menjadi pendukung promosi ke orang dengan karakteristik yang sama namun dengan populasi yang lebih besar.
6. Segmentasi berdasarkan situasi penggunaan
Kesempatan atau situasi bisa menentukan apakah konsumen akan membeli atau mengkonsumsi. Segmentasi ini dibuat untuk membantu perusahaan memperluas penggunaan produk.
7. Segmentasi berdasarkan benefit
Bentuk segmentasi yang mengklasifikasikan pembeli sesuai dengan menfaat berbeda yang mereka cari dari produk merupakan bentuk segmentasi yang kuat. Sebuah studi yang melakukan pengujian apakah yang mengendalikan preferensi konsumen terhadap micro atau craftbeer, teridentifikasi lima keuntungan strategic brand, yaitu:
- Fungsional (contoh kualitas)
- Nilai uang
- Manfaat sosial
- Manfaat emosi positif
- Manfaat emosi negatif
8. Segmentasi hybrid
Segmen ini dibentuk berdasarkan kombinasi beberapa variabel segmen yang membentuk sebuah segmen tunggal. Sebagai contoh segmen geodemografis, sangat berguna untuk menemukan prospek terbaik bagi seorang pengiklan atau pemasar dalam menemukan kepribadian, tujuan, dan ketertarikan dan diisolasikan di mana mereka hidup.
9. Segmentasi Pasar berdasar Tingkah Laku
Segmentasi ini dikelompokkan berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau reaksi pembeli terhadap suatu produk.
Marketing Mix
MARKETING MIX
Marketing mix atau bauran pemasaran adalah serangkaian
unsur pemasaran yang dapat dikuasai oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya
(Kotler 2012). Marketing mixmerupakan implementasi dari strategi
pemasaran STP. Marketing mix dapat diterapkan dalam bisnis di industri tertentu,
contohnya industri pariwisata.
Unsur marketing
mix yang utama
terdiri dari 4P, yaitu product, place, price, dan promotion. Kemudian
berkembang menjadi 7P, dengan penambahan people,
physical evidence dan proccess. Sedangkan dalam industri pariwisata terdapat
8P (Pomering and Johnson 2009) yaitu:
1. Product: produk
pariwisata terdiri dari 3A yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.
Merupakan objek intangible ataupun tangible yang dipasarkan kepada konsumen, bisa berupa barang
maupun jasa.
2. Place: berhubungan dengan distribusi, tempat dimana calon
konsumen bisa mendapatkan produk tersebut. Distribusi produk wisata sangat
beragam, terutama dengan kemajuan teknologi yang menyebabkan banyak
munculnya channel distribusi online.
3. Price: harga
dikendalikan oleh produsen, namun harus berorientasi pada pasar. Harga
menentukan positioning produk di pasar dan mempengaruhi
persepsi wisatawan terhadap value-for-money.
4. Promotion: cara
memperkenalkan suatu produk kepada konsumen. Tujuan dari promosi adalah
menimbulkan awareness sehingga konsumen membeli produk
tersebut. Bisa melalui advertising,
word of mouth, events, dan media (paid, owned, social, endorse)
5. People: semua pelaku
yang berperan dalam industri pariwisata. Dalam industri pariwisata yang
sebagian besar produknya di bidang jasa, people merupakan hospitality resources.
6. Packaging: cara
pengemasan suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen. Contohnya adalah
variasi paket wisata yang dikemas secara menarik maupun bentuk kemasan dari
hasil produk yang berupa barang.
7. Programming: konten
dari packaging suatu produk wisata, bisa
melalui event,festival, dan kegiatan lainnya.
Program ini bertujuan untuk memberikan experiencekepada
konsumen.
8. Partnership: bentuk
kerjasama atau kemitraan. Dalam pengembangannya di pariwisata, partnership diwujudkan dalam konsep penta helix yaitu kerjasama 5 sektor, pemerintah, akademisi,
swasta, komunitas, dan media.
Keempat tambahan marketing mix dalam pariwisata digunakan pemasar untuk menciptakan inovasi sehingga
dapat menarik wisatawan dengan customer
experience yang
diperoleh. Dari kedelapan bauran pemasaran di pariwisata, people adalah penentu keberhasilan karena orang-orang ini
yang mengendalikan ketujuh bauran pemasaran lainnya.
Sebagus apapun produk wisata yang ditawarkan dengan
promosi yang baik, dikemas dengan baik, dan harga yang kompetitif, namun jika
orang-orangnya belum siap untuk maju dan menerima perubahan yang lebih baik,
pemasaran ini tidak akan berhasil.
Langganan:
Postingan (Atom)